News Image

Dalam upaya pencegahan banjir rob yang kerap melanda masyarakat Legon Kulon, Kabupaten Subang, Tim Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT DAHANA (Persero) memberikan bantuan karung jumbo bag sebagai penahan tanggul. Bantuan diberikan oleh Ajis Nurjaman mewakili TJSL DAHANA kepada Ade Saputra yang mewakili warga di Legon Weton Kabupaten Subang pada 2 Desember 2021.

 

Ketua TJSL DAHANA Eman Suherman menyatakan, sebagai perusahaan pelat merah yang berdomisili di Kabupaten Subang, pihaknya akan selalu berupaya membantu warga di sekitar untuk mencegah dan mengatasi banjir. Dia juga berharap masyarakat Subang, terutama yang berada di kawasan pesisir pantai utara dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan akan banjir.

 

“Kami tentunya berharap, bantuan karung ukuran jumbo bag ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga Wetan Kulon, Subang, dalam mencegah terjadinya banjir rob yang beberapa tahun ke belakang sempat membuat warga panik, serta mengalami kerugian yang besar,” ujar Eman.

 

Selain memberi bantuan pencegahan, TJSL DAHANA yang sekaligus ketua Forum TJSL Kabupaten Subang, senantiasa proaktif dalam memberikan bantuan moral dan materil kepada warga Subang, seperti banjir besar yang melanda Subang di tahun 2020 dan awal 2021. DAHANA mengirimkan bantuan ke berbagai titik di Kabupaten Subang untuk meringankan beban warga yang terdampak banjir.

 

Sementara itu, Ade Saputra menyampaikan, karung yang totalnya mencapai 1 ton itu akan digunakan untuk membuat tanggul penahan gelombang air laut yang seringkali naik hingga menggenangi pemukiman warga dan fasilitas umum di wilayah Legon Weton.

 

"Semoga dengan upaya ini dapat memperkecil kemungkinan air laut naik ke pemukiman warga yang sering kali terjadi disaat musim hujan seperti saat ini," ujar Ade.

 

Pada tahun lalu, banjir rob tak mampu dibendung dan mengakibatkan rumah-rumah warga yang berada di sekitar garis pantai Subang mengalami banjir rob. Air setinggi satu meter lebih itu membuat warga panik dan mengalami kerugian yang besar, baik karena aktivitas perekonomian yang terhenti, maupun fasilitas umum yang tak bisa diakses karena banjir.

 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan warga pada pertengahan bulan lalu, agar masyarakat di sekitar garis pantai utara pulau jawa dapat mengantisipasi datangnya air rob. Curah hujan yang tinggi, angin kencang, serta naiknya permukaan laut, dapat menjadi ancaman banjir bagi warga pesisir pantai.